SMA Negeri 2 Woja --- Perkembangan SMA swasta di Kabupaten Dompu mengalami kemajuan berarti. SMA Ar-Rahmah misalnya. Sekolah ini berhasil meraih juara 3 lomba Palang Merah Remaja (PMR) se-kabupaten Dompu pada tahun 2015 lalu.
Kepala SMA Ar-Rahmah, H. Subhan, S.Ag, M.Pd, mengungkapkan, tidak bisa dipungkiri bahwa siswa-siswa yang masuk ke sekolah swasta umumnya siswa dari sekolah sekolah negeri. Yang tidak lolos masuk SMA Negeri masuk ke sekolah swasta. Ujarnya.
Walaupun sisa dari sekolah negeri, anak-anak di sekolah Ar-Rahmah memiliki semangat tinggi bahkan mampu mengalahkan sekolah negeri. SMA Ar-Rahmah bisa meraih juara 3 lomba PMR se-kabupaten Dompu berarti sudah mengalahkan sekian banyak sekolah negeri di Kabupaten Dompu. Katanya
Pada sisi lain, sekolah swasta dalam mengembangkan sekolahnya tidak mendapatkan kucuran dana yang cukup dari pemerintah, jika dibandingkan dengan sekolah negeri. Sekolah swasta siap bersaing dengan dana operasional sekolah yang serba terbatas dan hasil usaha sendiri. Kata Subhan.
Lebih jauh Subhan mengungkapkan, salah satu sekolah swasta di Kecamatan woja ini bakal memiliki mobil antar jemput siswa-siswinya. SMA Ar-Rahmah sedang dalam proses membeli kendaraan untuk antar jemput siswa siswi. Tambahnya.
SMA Ar-Rahmah juga akan melakukan terobosan baru di 2017 mendatang membangun kolam renang dan lapangan futsal untuk memotivasi dan memajukan bakat siswa siswi di bidang ekstrakurikuler.
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Tuesday, 8 March 2016
Pencairan dana BOS 2016 tergantung laporan aset
Dompu, SMA Negari 2 Woja --- Sejak diberlakukannya aturan baru ini pencairan dana biaya operasional sekolah tahun 2016 tergantung pelaporan aset oleh sekolah bersangkutan. Artinya setiap sekolah harus Melaporkan asetnya untuk bisa memperoleh dana BOS secepat mungkin.
Dinas Dikpora Kabupaten Dompu harus bekerja keras untuk memenuhi aturan dan mekanisme dalam pencairan dana BOS yang sudah memasuki bulan ketiga 2016 ini.
"Dana BOS bisa dicairkan apabila dia sekolah sudah menyebarkan berkas laporan aset ke sini" ujar salah satu pegawai di bagian keuangan dinas Dikpora Dompu.
Sampai detik ini kata dia, masih banyak sekolah di Kabupaten Dompu yang belum membawa dokumen laporan aset-aset tersebut. "Hal itulah yang membuat pekerjaan kami di sini menjadi tersendat dan lambat". Paparnya.
Menurut dia, seharusnya setiap sekolah sesegera mungkin melaporkan aset tersebut sesuai tanggal yang sudah ditentukan. "Bagaimana kami bisa mengeluarkan rekomendasi pencairan dana BOS jika laporan aset itu belum juga dituntaskan oleh pihak sekolah". Tuturnya.
Dia mengharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Dompu agar menaati aturan dan mekanisme terkait dana BOS tersebut. "Jujur saja, pencairan dana BOS tahun ini mengalami keterlambatan. Kami harap semua sekolah se Kabupaten Dompu bisa segera menyelesaikan dan mendata laporan aset-aset itu." Harapannya.
Monday, 7 March 2016
Dalam Mendidik Anak, Orang Tua Harus Tahu Referensinya
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Organisasi Solidaritas Kabinet Era Kerja dan Dharma Wanita Persatuan Pusat (DWPP) mengadakan Seminar Keluarga Pendidikan Duta Oase Cinta. Seminar dihadiri oleh 652 pejabat Kemendikbud Dharma Wanita, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, secara resmi dibuka oleh Anies Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, di Grand Sahid Jakarta, Minggu malam (03/06 / 2016).
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan meminta peserta untuk bekerja sama dan merawat ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan pendidikan anak-anak. Saya ingin menggarisbawahi ungkapan yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Tri Sentra Tiga Pendidikan atau Pusat Pendidikan, keluarga, sekolah dan masyarakat. Semua tiga pusat harus mampu berdiri bahu-membahu, merawat ekosistem yang kondusif untuk pertumbuhan anak-anak kita, ajak Menteri Pendidikan.
Menteri Pendidikan juga mengatakan bahwa keluarga dan orang tua adalah yang pertama dan terpenting pendidik dalam menentukan anak-anak tumbuh. Orang tua adalah pendidik paling penting dalam menentukan bagaimana anak-anak telah tumbuh, tetapi sering orang tua yang paling pendidik tidak tersiapkan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua, untuk dapat menjalankan perannya sebagai pendidik, kata Pendidikan Menteri.
Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 2015 Kemendikbud mendirikan Direktorat Direktorat Pendidikan Khusus Keluarga adalah Pendidikan Keluarga. Melalui direktorat ini, Mendikbud berharap ada sebuah platform bagi orang tua untuk belajar dan berbagi pengalaman mengajar anak-anak. Seringkali orang tua melihat masalah pendidikan orang tua hanya mendapatkan referensi tentang mendidik melalui pengalaman diri sendiri, bagaimana saya dulu dididik, itulah formula yang akan diambil untuk mendidik anak-anak kita, katanya.
Oleh karena itu, tujuan dari seminar ini bisa memberikan pemahaman kepada semua peserta dari keluarga pendidikan dalam menyiapkan generasi berikutnya dari karakter, cerdas, dan kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga akan memperkuat peserta sebagai Duta Oase Cinta, yang akan melaksanakan program pendidikan keluarga di daerah masing-masing.
Kepala Pendidikan Karakter OASIS KK, Ratna Megawangi, menambahkan peserta seminar akan diberikan pelatihan untuk menguasai tips pengasuhan yang efektif dengan cinta. Para duta akan mewakili Kabinet Kerja OASIS untuk melaksanakan program pendidikan keluarga untuk orang tua di daerah masing-masing, katanya.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Saturday, 5 March 2016
Mahasiswa Binus Bikin Robot Berbahasa Indonesia
Mahasiswa dari Universitas Bina Nusantara (Binus University) dari Sekolah Ilmu Komputer berhasil menciptakan sebuah robot yang mereka sebut 'Intelligent Humanoid Robot'. Mahasiswa tersebut adalah Reinhard Lazuardi Kuwandy, Oey Kevin Wijaya dan Christian Tarunajaya.
Penemuan robot dimulai ketika tiga mahasiswa diminta untuk membuat tugas akhir di September 2015 yang lalu. Didampingi oleh Dr Widodo Budiharto sebagai tutor, tiga mahasiswa berhasil merancang sebuah robot yang dapat mengenali wajah dan suara manusia dalam bahasa Indonesia. Robot bahkan dapat menanggapi kata-kata dalam bahasa Indonesia.
Selain mengenali suara manusia dalam bahasa Indonesia, robot ini juga dapat merespon dalam bahasa Indonesia, kata Widodo, Sabtu (2016/03/05).
Reinhard, salah satu dari tiga mahasiswa desainer robot, mengatakan penemuan robot ini diharapkan dapat membantu banyak pekerjaan manusia, misalnya dalam bidang pendidikan atau hiburan.
![]() |
| Sumber : www.kompas.com |
Robot ini terdiri dari dua sistem, yaitu sistem robot dan sistem raspberry pi. Sistem robot ini berguna untuk sistem gerakan motorik, sedangkan sistem raspberry pi sebagai sistem kontrol robot.
Secara singkat, cara kerja robot ini pertama akan mendeteksi wajah pengguna. Setelah itu, proses "pelatihan" pengenalan wajah.
Selain itu, sistem pi raspberry akan mengirimkan sinyal ke kontroler robot untuk mendorong motor dari robot. Dalam proses ini, robot akan membaca sinyal yang masuk, dan kemudian menanggapi pengguna dengan salam.
Saat ini, robot canggih mampu berinteraksi dengan manusia, seperti bercerita, ucapan dan bermain musik. Misalnya, robot dapat menjadi teman guru di sekolah dalam memberikan pendidikan kepada siswa.
Karena kemampuannya untuk menyimpan banyak data atau informasi dan mampu menjelaskan data dan informasi kepada pengguna yang bertanya, kata Reinhard.
Sebelumnya, melalui Bina Nusantara dari kursi roda (BNW), dua mahasiswa Binus, yaitu Ivan dan Jennifer Halim Santoso, dari Fakultas Informatika juga menciptakan inovasi teknologi. Melalui pengembangan encephalography (EEG), baik akting mengembangkan sebuah kursi roda yang dapat dikendalikan oleh otak manusia.
Sumber : www.kompas.com
Capaian Prestasi 86 Persen Follow-up Rekomendasi, BPK Apresiasi Kemendikbud
SMA Negari 2 Woja --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serahkan Laporan Keuangan Kemendikbud 2015 (tidak diaudit) secara tepat waktu kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK memberi penghargaan berdasarkan hasil pemantauan tindak lanjut BPK sampai dengan 31 Desember 2015, Kemendikbud telah menyelesaikan tindak lanjut pada 86%, di atas rata-rata nasional adalah 50%.
Laporan keuangan Kemendikbud langsung diterima oleh Anggota VI BPK-RI, Bahrullah Akbar. Dalam sambutannya Bahrullah juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbud yang telah menyelesaikan laporan keuangan 2015 tepat waktu, sesuai dengan amanat undang-undang.
Salah satu upaya nyata untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan (good governance) merupakan kewajiban pelaporan yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah, kata Bahrullah di Gedung BPK Jakarta, Kamis (2016/03/03).
Menteri Pendidikan Anies Baswedan mengatakan, dalam rangka memenuhi amanat konstitusi, Kemendikbud telah mempersiapkan laporan keuangan pada 2015. Alhamdulillah, kami dapat memenuhi salah satu tanggung jawab konstitusional kami dalam melaksanakan mandat untuk melaksanakan program kegiatan di bidang pendidikan dengan tata kelola yang baik dan bagian dari proses itu adalah apa yang kita sama-sama mengikuti kali ini, penyampaian laporan keuangan Kemdikbud 2015 (versi tidak diaudit), katanya.
Dalam laporan keuangan yang dilaporkan Kemendikbud realisasi anggaran Rp56,39 triliun, atau 93,03% dari pagu Rp60,62 triliun. Realisasi termasuk pengeluaran untuk mantan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Rp7,5 triliun yang dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Kemendikbud 2015.
Realisasi bantuan sosial sebesar Rp37,86 menghabiskan triliunan yang digunakan antara lain untuk BOS Sekolah, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Anak Usia Dini dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Program Indonesia Pintar (PIP) / Bantuan Siswa Miskin ( BSM) dan bantuan siswa lainnya. Selain itu juga digunakan untuk hibah untuk guru, pembangunan unit sekolah baru (USB) / ruang kelas baru (RKB) / pesantren / SD dan SMP satu atap / lab / perpustakaan dan bantuan lainnya bagi lembaga / organisasi penyedia pendidikan.
Sementara total aset dilaporkan pada Rp128,42 triliun aset termasuk unit kerja (unit kerja) di bekas DIKTI dari Rp100,52 triliun. Di dalam adalah aset tetap dari Rp93,14 triliun, yang masih sedang dibentuk atas status penggunaan untuk Kemristekdikti. Selain itu aset sebesar Rp13,38 triliun yang berasal dari dana konsentrasi / Tugas Dana pada tahun 2001 dan 2005 bansos s.d belanja / blockgrant 2006 s.d 2010, yang sedang dalam proses hibah ke pemerintah daerah (Pemda).
Menteri Pendidikan mengatakan, ia berharap untuk mendapatkan umpan balik dan koreksi perbaikan BPK RI untuk perbaikan dalam laporan keuangan yang diaudit. Bahrullah Akbar juga mengusulkan perlunya sinergi antara Kemendikbud dengan BPK dalam mempromosikan pelaksanaan kebijakan dan program di bidang pendidikan dan kebudayaan sehingga untuk memastikan program ini berjalan secara optimal.
BPK-RI juga mengatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan Kemendikbud 2015 mencakup status pengisian aset mantan Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jenderal Kebudayaan, pengelolaan PNBP (non-pajak ) dan pengelolaan guru yang berkaitan dengan distribusi, kualifikasi dan kompetensi dan kewenangan transfer guru antar daerah. penyerahan Kemendikbud laporan keuangan ke BPK dihadiri oleh seluruh eselon 1 Kemendikbud, Kepala Keuangan Kemendikbud, Tortama VI BPK-RI, dan auditor BPK-RI.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Laporan keuangan Kemendikbud langsung diterima oleh Anggota VI BPK-RI, Bahrullah Akbar. Dalam sambutannya Bahrullah juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikbud yang telah menyelesaikan laporan keuangan 2015 tepat waktu, sesuai dengan amanat undang-undang.
Salah satu upaya nyata untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan (good governance) merupakan kewajiban pelaporan yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah, kata Bahrullah di Gedung BPK Jakarta, Kamis (2016/03/03).
Menteri Pendidikan Anies Baswedan mengatakan, dalam rangka memenuhi amanat konstitusi, Kemendikbud telah mempersiapkan laporan keuangan pada 2015. Alhamdulillah, kami dapat memenuhi salah satu tanggung jawab konstitusional kami dalam melaksanakan mandat untuk melaksanakan program kegiatan di bidang pendidikan dengan tata kelola yang baik dan bagian dari proses itu adalah apa yang kita sama-sama mengikuti kali ini, penyampaian laporan keuangan Kemdikbud 2015 (versi tidak diaudit), katanya.
Dalam laporan keuangan yang dilaporkan Kemendikbud realisasi anggaran Rp56,39 triliun, atau 93,03% dari pagu Rp60,62 triliun. Realisasi termasuk pengeluaran untuk mantan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Rp7,5 triliun yang dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Kemendikbud 2015.
Realisasi bantuan sosial sebesar Rp37,86 menghabiskan triliunan yang digunakan antara lain untuk BOS Sekolah, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Anak Usia Dini dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Program Indonesia Pintar (PIP) / Bantuan Siswa Miskin ( BSM) dan bantuan siswa lainnya. Selain itu juga digunakan untuk hibah untuk guru, pembangunan unit sekolah baru (USB) / ruang kelas baru (RKB) / pesantren / SD dan SMP satu atap / lab / perpustakaan dan bantuan lainnya bagi lembaga / organisasi penyedia pendidikan.
Sementara total aset dilaporkan pada Rp128,42 triliun aset termasuk unit kerja (unit kerja) di bekas DIKTI dari Rp100,52 triliun. Di dalam adalah aset tetap dari Rp93,14 triliun, yang masih sedang dibentuk atas status penggunaan untuk Kemristekdikti. Selain itu aset sebesar Rp13,38 triliun yang berasal dari dana konsentrasi / Tugas Dana pada tahun 2001 dan 2005 bansos s.d belanja / blockgrant 2006 s.d 2010, yang sedang dalam proses hibah ke pemerintah daerah (Pemda).
Menteri Pendidikan mengatakan, ia berharap untuk mendapatkan umpan balik dan koreksi perbaikan BPK RI untuk perbaikan dalam laporan keuangan yang diaudit. Bahrullah Akbar juga mengusulkan perlunya sinergi antara Kemendikbud dengan BPK dalam mempromosikan pelaksanaan kebijakan dan program di bidang pendidikan dan kebudayaan sehingga untuk memastikan program ini berjalan secara optimal.
BPK-RI juga mengatakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam laporan keuangan Kemendikbud 2015 mencakup status pengisian aset mantan Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jenderal Kebudayaan, pengelolaan PNBP (non-pajak ) dan pengelolaan guru yang berkaitan dengan distribusi, kualifikasi dan kompetensi dan kewenangan transfer guru antar daerah. penyerahan Kemendikbud laporan keuangan ke BPK dihadiri oleh seluruh eselon 1 Kemendikbud, Kepala Keuangan Kemendikbud, Tortama VI BPK-RI, dan auditor BPK-RI.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Friday, 4 March 2016
HIMPAUDI Fondasi Penentu Kualitas Anak Bangsa
SMA Negeri 2 Woja --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menegaskan agen penggerak anak usia dini yang berkualitas gerakan Himpunan Pengajar Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) di National Rapat Kerja II HIMPAUDI di Jakarta, Kamis (2016/03/03). Acara ini adalah tema Menuju HIMPAUDI Profesional dan Mandiri Dalam Gerakan Nasional PAUD Berkualitas.
Menteri Pendidikan mengatakan, HIMPAUDI menjadi landasan penting di negeri ini untuk anak-anak Indonesia yang lebih berkualitas. Tanggung jawab mendidik bukan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi komponen tanggung jawab bangsa, katanya saat menyampaikan pidato pelantikannya.
Terkait dengan pertumbuhan gerakan PAUD nasional, Mendikbud sangat berharap untuk HIMPAUDI untuk mencapai orang tua. Orang tua selain untuk berkontribusi membentuk karakter bangsa, serta sopir. Dan HIMPAUDI, kata dia, di sini tidak hanya untuk mendidik tetapi menginspirasi untuk masyarakat.
"Penggerak itu adalah fase yang tinggi, tanggung jawab sangat berat. Yang namanya kekuatan adalah pendorong yang melibatkan semua. Tanpa dukungan dari gerakan tidak bisa berjalan," kata Menteri Anies.
Menteri Pendidikan juga mengatakan bagian dari tugas selesai oleh negara dan lainnya sebagian diselesaikan oleh masyarakat. Tim HIMPAUDI yang merupakan komponen masyarakat juga mendorong untuk menyampaikan ide-ide untuk perubahan pendidikan anak usia dini.
Investasi pada anak-anak adalah investasi jangka panjang. Kami akan mempersiapkan anak-anak untuk mengikuti PAUD yang menunjuk pada persiapan masuk SD, kata Anies.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Menteri Pendidikan mengatakan, HIMPAUDI menjadi landasan penting di negeri ini untuk anak-anak Indonesia yang lebih berkualitas. Tanggung jawab mendidik bukan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi komponen tanggung jawab bangsa, katanya saat menyampaikan pidato pelantikannya.
Terkait dengan pertumbuhan gerakan PAUD nasional, Mendikbud sangat berharap untuk HIMPAUDI untuk mencapai orang tua. Orang tua selain untuk berkontribusi membentuk karakter bangsa, serta sopir. Dan HIMPAUDI, kata dia, di sini tidak hanya untuk mendidik tetapi menginspirasi untuk masyarakat.
"Penggerak itu adalah fase yang tinggi, tanggung jawab sangat berat. Yang namanya kekuatan adalah pendorong yang melibatkan semua. Tanpa dukungan dari gerakan tidak bisa berjalan," kata Menteri Anies.
Menteri Pendidikan juga mengatakan bagian dari tugas selesai oleh negara dan lainnya sebagian diselesaikan oleh masyarakat. Tim HIMPAUDI yang merupakan komponen masyarakat juga mendorong untuk menyampaikan ide-ide untuk perubahan pendidikan anak usia dini.
Investasi pada anak-anak adalah investasi jangka panjang. Kami akan mempersiapkan anak-anak untuk mengikuti PAUD yang menunjuk pada persiapan masuk SD, kata Anies.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Rasa Optimis Mendikbud Terhadap Kebijakan DNI 100 Persen untuk Industri Film
SMA Negeri 2 Woja --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan optimis tentang perkembangan industri film di Indonesia, setelah pembentukan komposisi kebijakan saham investasi langsung asing (PMA) di Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk industri film, Optimisme yang disampaikan selama Dialog Film bertema "Investasi Perfilman", Kamis (2016/03/03), di Plaza Insan Prestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta.
Telah diputuskan bahwa DNI sudah terbuka. Sekarang, bagaimana caranya seperti pengalaman di Vietnam itu terbuka bisa tumbuh sebesar 200 persen, Cina juga tumbuh luar biasa, katanya. Menurut Menteri Anies, masukan dari industri film film perlu menciptakan ekosistem yang sehat di Indonesia. Di sini, aktor film yang memberikan umpan balik cara membuat ekosistem yang sehat di industri film Indonesia karena pada akhirnya kita mengukur interaksi aktor dalam produksi, distribusi dan pameran, kata Menteri Pendidikan Anies. Dengan demikian, lanjutnya, tiga aspek bahwa aktor film yang secara terbuka bisa mendiskusikan apa masalahnya, dan apa yang harus dilakukan dan terobosan dari pemerintah akan dapat dilakukan selanjutnya.
Sebanyak 10 panelis yang tergabung dalam pembahasan, yaitu Anang Hermansyah sebagai anggota Komisi X DPR Republik Indonesia, Sheila Timothy, Jhony Safrudin, Oddy Noble, Rudi Anitio, Slamet Rahardjo, Manoj Punjabi, Dian Sunardi, Sys NS, dan Nafin. Sementara itu, diskusi yang melibatkan 45 orang, yang terdiri dari pembuat film, praktisi film pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Vietnam, DNI dibuka, tumbuh 200 persen selama lima tahun. Jadi, kita harus belajar dari China, India, dan Vietnam. Jadi, pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan kesempatan ini, dan bisa belajar untuk tidak mengulangi kesalahan mereka, pangkasnya.
DNI 100 persen
Pengelolaan film di Indonesia berada di posisi yang strategis, yaitu di tengah-tengah upaya untuk membangun bangsa, yang merupakan sarana transmisi nilai-nilai dan norma-norma, media pendidikan dan pencerahan, media penyebaran ide-ide dan pikiran, media yang merekam sejarah, titik media merayakan keragaman budaya, media mana tampilan publik di cermin, media di mana para seniman melahirkan kritik sosial, media juga menjadi sarana bagi orang untuk berdialog tentang masalah mereka. Film ini tidak hanya sebuah media hiburan, meskipun unsur hiburan sering melekat di dalamnya.
Beberapa waktu yang lalu, pada tanggal 10 Februari, 2016, Sidang Kabinet Paripurna memutuskan untuk merevisi DNI terkait dengan industri film di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Film Development Center. Ada bidang usaha yang dikeluarkan pada DNI 100% yang dapat dimiliki oleh investor asing, termasuk industri film, industri karet kering (crumb rubber), gudang berpendingin, restoran, bar, kafe, bisnis rekreasi, seni, hiburan, arena olahraga . DNI fitur dari ketentuan standar yang memandu pelaksanaan investasi. Persiapan DNI berdasarkan prinsip-prinsip dan tujuan dari kebijakan investasi, kebijakan dasar investasi, dasar kriteria bidang usaha yang tertutup dan terbuka, serta persyaratan bidang usaha yang terbuka.
Telah diputuskan bahwa DNI sudah terbuka. Sekarang, bagaimana caranya seperti pengalaman di Vietnam itu terbuka bisa tumbuh sebesar 200 persen, Cina juga tumbuh luar biasa, katanya. Menurut Menteri Anies, masukan dari industri film film perlu menciptakan ekosistem yang sehat di Indonesia. Di sini, aktor film yang memberikan umpan balik cara membuat ekosistem yang sehat di industri film Indonesia karena pada akhirnya kita mengukur interaksi aktor dalam produksi, distribusi dan pameran, kata Menteri Pendidikan Anies. Dengan demikian, lanjutnya, tiga aspek bahwa aktor film yang secara terbuka bisa mendiskusikan apa masalahnya, dan apa yang harus dilakukan dan terobosan dari pemerintah akan dapat dilakukan selanjutnya.
Sebanyak 10 panelis yang tergabung dalam pembahasan, yaitu Anang Hermansyah sebagai anggota Komisi X DPR Republik Indonesia, Sheila Timothy, Jhony Safrudin, Oddy Noble, Rudi Anitio, Slamet Rahardjo, Manoj Punjabi, Dian Sunardi, Sys NS, dan Nafin. Sementara itu, diskusi yang melibatkan 45 orang, yang terdiri dari pembuat film, praktisi film pejabat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Vietnam, DNI dibuka, tumbuh 200 persen selama lima tahun. Jadi, kita harus belajar dari China, India, dan Vietnam. Jadi, pertanyaannya adalah, apa yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan kesempatan ini, dan bisa belajar untuk tidak mengulangi kesalahan mereka, pangkasnya.
DNI 100 persen
Pengelolaan film di Indonesia berada di posisi yang strategis, yaitu di tengah-tengah upaya untuk membangun bangsa, yang merupakan sarana transmisi nilai-nilai dan norma-norma, media pendidikan dan pencerahan, media penyebaran ide-ide dan pikiran, media yang merekam sejarah, titik media merayakan keragaman budaya, media mana tampilan publik di cermin, media di mana para seniman melahirkan kritik sosial, media juga menjadi sarana bagi orang untuk berdialog tentang masalah mereka. Film ini tidak hanya sebuah media hiburan, meskipun unsur hiburan sering melekat di dalamnya.
Beberapa waktu yang lalu, pada tanggal 10 Februari, 2016, Sidang Kabinet Paripurna memutuskan untuk merevisi DNI terkait dengan industri film di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Film Development Center. Ada bidang usaha yang dikeluarkan pada DNI 100% yang dapat dimiliki oleh investor asing, termasuk industri film, industri karet kering (crumb rubber), gudang berpendingin, restoran, bar, kafe, bisnis rekreasi, seni, hiburan, arena olahraga . DNI fitur dari ketentuan standar yang memandu pelaksanaan investasi. Persiapan DNI berdasarkan prinsip-prinsip dan tujuan dari kebijakan investasi, kebijakan dasar investasi, dasar kriteria bidang usaha yang tertutup dan terbuka, serta persyaratan bidang usaha yang terbuka.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Thursday, 3 March 2016
Senyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa OKI ke-5
Berikut permintaan Y.M. Mahmoud Abbas, Presiden Palestina, Pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Luar Biasa Kerjasama Islam (OKI) ke-5 di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, 7 Maret 2016. KTT ini akan didahului oleh pejabat Senior pertemuan dan pertemuan Menteri pada tanggal 6 Maret 2016.
Latar belakang dari puncak perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Proses perundingan damai antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, dan siklus baru kekerasan yang dimulai pada akhir 2015 tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Wewenang dan pemukim Israel terus menggunakan agresor kekerasan terhadap warga sipil Palestina yang tak berdaya. Israel juga terus membangunan pemukiman ilegal dan menghancurkan rumah-rumah dan mengambil alih tanah Palestina. Akibatnya, rakyat Palestina hidup dalam kesusahan ekonomi dan berada di bawah ancaman berbagai tindakan diskriminasi.
Sementara itu, Israel juga membatasi akses bagi umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa dan, pada saat yang sama, mencoba untuk mengubah demografi komposisi, karakter dan status quo dari Al-Quds Al-Sharif.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan tema "United for a Just Solution" dan merupakan yang pertama OKI KTT Luar Biasa yang khusus membahas masalah Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) bertujuan untuk memperkuat persatuan antara negara-negara anggota OKI dan mencari strategi terobosan untuk memulai kembali proses perdamaian dan menyelesaikan masalah Palestina dan Al-Quds Al-Sharif yang merupakan masalah besar umat Islam. Mengingat prospek kemerdekaan Palestina masih jauh, dari puncak juga diharapkan untuk menjaga masalah Palestina tetap perhatian masyarakat internasional.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) diharapkan menghasilkan resolusi yang menegaskan posisi prinsip dan komitmen dari OKI untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, dan Deklarasi Jakarta yang digagas Indonesia dan berisi langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh para pemimpin Islam dunia dalam rangka memajukan masalah Palestina dan Al -Quds Al-Sharif.
KTT ini adalah bentuk nyata dari dukungan penuh dan solidaritas dengan Indonesia dan OKI pada masalah Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Untuk Indonesia, dukungan untuk Palestina merupakan bagian integral dari amanat UUD tahun 1945 untuk menghapuskan penjajahan dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pada 2015, Pemerintah Indonesia telah menjadi tuan rumah Peringatan HUT ke-60 dari Asia-Afrika yang mengadopsi Deklarasi pada Palestina, dan Konferensi Internasional tentang Yerusalem di Jakarta. (Departemen Luar Negeri)
Latar belakang dari puncak perkembangan yang mengkhawatirkan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Proses perundingan damai antara Palestina dan Israel tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, dan siklus baru kekerasan yang dimulai pada akhir 2015 tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Wewenang dan pemukim Israel terus menggunakan agresor kekerasan terhadap warga sipil Palestina yang tak berdaya. Israel juga terus membangunan pemukiman ilegal dan menghancurkan rumah-rumah dan mengambil alih tanah Palestina. Akibatnya, rakyat Palestina hidup dalam kesusahan ekonomi dan berada di bawah ancaman berbagai tindakan diskriminasi.
Sementara itu, Israel juga membatasi akses bagi umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa dan, pada saat yang sama, mencoba untuk mengubah demografi komposisi, karakter dan status quo dari Al-Quds Al-Sharif.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) diharapkan menghasilkan resolusi yang menegaskan posisi prinsip dan komitmen dari OKI untuk mendukung Palestina dan Al-Quds Al-Sharif, dan Deklarasi Jakarta yang digagas Indonesia dan berisi langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh para pemimpin Islam dunia dalam rangka memajukan masalah Palestina dan Al -Quds Al-Sharif.
KTT ini adalah bentuk nyata dari dukungan penuh dan solidaritas dengan Indonesia dan OKI pada masalah Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. Untuk Indonesia, dukungan untuk Palestina merupakan bagian integral dari amanat UUD tahun 1945 untuk menghapuskan penjajahan dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pada 2015, Pemerintah Indonesia telah menjadi tuan rumah Peringatan HUT ke-60 dari Asia-Afrika yang mengadopsi Deklarasi pada Palestina, dan Konferensi Internasional tentang Yerusalem di Jakarta. (Departemen Luar Negeri)
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri Perdagangan Bahas Kebutuhan Pasar Tenaga Kerja
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong, duduk bersama untuk membahas kebutuhan pasar tenaga kerja. Diskusi yang berlangsung di kantor Kemendikbud Jakarta, Rabu (2016/02/03) ini mencari kebutuhan dan bagaimana ketersediaan tenaga kerja dari dunia pusat pendidikan dan pelatihan kerja.
Anies mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal dalam menetapkan panel Kemendikbud berjenjang tentang perubahan diproyeksikan di sektor ekonomi dan tenaga kerja Indonesia 25 tahun ke depan. Panel akan dimulai dari sektor perdagangan, karena, menurut Menteri Pendidikan, dianggap pelaku pasar lebih memiliki rencana untuk kebutuhan tenaga kerjanya. Selama ini sektor swasta lebih antisipatif, untuk itu beberapa lembaga swasta yang terlibat, kata Anies.
Menteri Thomas Lembong mengatakan, sesuai dengan OJK, untuk meneruskan sektor jasa, terutama asuransi, akan tumbuh pesat. Pertumbuhan mencapai 17-20 persen per tahun sehingga dibutuhkan puluhan atau bahkan ratusan ribu aktuaris. Aktuaris adalah matematikawan di perusahaan asuransi untuk menghitung risiko, premi, cadangan dan dividen (KBBI).
Menteri Thomas Lembong mengatakan, sesuai dengan OJK, untuk meneruskan sektor jasa, terutama asuransi, akan tumbuh pesat. Pertumbuhan mencapai 17-20 persen per tahun sehingga dibutuhkan puluhan atau bahkan ratusan ribu aktuaris. Aktuaris adalah matematikawan di perusahaan asuransi untuk menghitung risiko, premi, cadangan dan dividen (KBBI).
Perdagangan jasa luar biasa. Yang menentukan defisit atau surplus dari sektor jasa kami, katanya.
Menaker Dhakiri Hanif mengatakan, pelatihan hall (BLK) menjadi salah satu pintu gerbang dari pasar tenaga kerja. Namun sayangnya, sebagian besar angkatan kerja belum bersertifikat lulusan BLK. Akibatnya, para pekerja ini belum mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Filipina, Indonesia BLK lulusan dalam jumlah lebih. Indonesia mampu mencetak 1,9 juta lulusan, sementara Filipina 1,6 juta. Namun dari segi kualitas, tenaga kerja Filipina yang sudah memiliki sertifikat kompetensi, tenaga kerja Indonesia belum.
Peserta BLK adalah 30 persen lulusan SMK. Mereka memasuki ruang pelatihan kompetensi tidak dapat digunakan secara langsung di perusahaan, kata Hanif.
Peserta BLK adalah 30 persen lulusan SMK. Mereka memasuki ruang pelatihan kompetensi tidak dapat digunakan secara langsung di perusahaan, kata Hanif.
Melihat fakta ini, pendidikan perlu mengantisipasi kebutuhan pasar. Menteri Pendidikan mengatakan bahwa jumlah tersebut lulusan SMK cukup besar. Kompetensi lulusan yang memiliki kualifikasi dapat diantisipasi baik oleh program kerjasama magang (internship) untuk industri di rumah dan di luar negeri. Selain itu, kata Menteri Pendidikan, kurikulum saat ini sedang direvisi. Salah satu fokus revisi ini adalah untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kompetensi abad ke-21.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Hidupkan Interaksi Pelaku Pendidikan dengan Pelibatan Publik
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan harus dilakukan dengan memperkuat interaksi aktor. Selama ini, kualitas pendidikan dan kebudayaan tidak meningkat satu karena informasi yang tidak digunakan sebagai alat untuk keterlibatan publik.
"Satu-satunya informasi yang tersimpan dan masyarakat tidak memiliki posisi pada umpan balik," kata Menteri Anies saat membuka rapat koordinasi nasional Mendokumentasikan Institute of Education pada tahun 2016, di Jakarta, Selasa (2016/01/03).
Menteri Pendidikan mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat memastikan sistem dan sumber daya, termasuk manusia dan Pengelolaan operator data, menyediakan berhasil. Dengan demikian, kata dia, manfaat yang luar biasa bagi pendidikan. "Jika para aktor yang terlibat dalam pendidikan dan budaya yang kondusif akan meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya kita, karena informasi yang akan disebarkan di strategis dan akurat," katanya.
Menyadari potret besar wilayah dan data yang ada, Menteri Pendidikan berharap untuk menghidupkan kembali ekosistem pendidikan dan kebudayaan. Data yang lengkap dan akurat jika baik terdesiminasi akan sangat bermanfaat
Seperti sebelumnya, Kemendikbud memperkenalkan keseimbangan pendidikan lokal. Neraca dapat dilihat yang alokasi anggaran daerah untuk pendidikan di bagian bawah harus. Dengan demikian, para pelaku pendidikan di daerah dapat menggunakan informasi tersebut untuk mendorong perbaikan terus-menerus.
Mendikbud bayangkan, jika saldo pendidikan disebarluaskan kepada masyarakat, tidak hanya pemerintah yang mendorong pengembangan pendidikan di daerah tetapi juga masyarakat luas. "Pilihannya, kita yang memegang data hanya untuk diri sendiri atau kita memegang data dan membuat alat untuk melibatkan mereka semua," katanya.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
"Satu-satunya informasi yang tersimpan dan masyarakat tidak memiliki posisi pada umpan balik," kata Menteri Anies saat membuka rapat koordinasi nasional Mendokumentasikan Institute of Education pada tahun 2016, di Jakarta, Selasa (2016/01/03).
Menteri Pendidikan mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat memastikan sistem dan sumber daya, termasuk manusia dan Pengelolaan operator data, menyediakan berhasil. Dengan demikian, kata dia, manfaat yang luar biasa bagi pendidikan. "Jika para aktor yang terlibat dalam pendidikan dan budaya yang kondusif akan meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya kita, karena informasi yang akan disebarkan di strategis dan akurat," katanya.
Menyadari potret besar wilayah dan data yang ada, Menteri Pendidikan berharap untuk menghidupkan kembali ekosistem pendidikan dan kebudayaan. Data yang lengkap dan akurat jika baik terdesiminasi akan sangat bermanfaat
Seperti sebelumnya, Kemendikbud memperkenalkan keseimbangan pendidikan lokal. Neraca dapat dilihat yang alokasi anggaran daerah untuk pendidikan di bagian bawah harus. Dengan demikian, para pelaku pendidikan di daerah dapat menggunakan informasi tersebut untuk mendorong perbaikan terus-menerus.
Mendikbud bayangkan, jika saldo pendidikan disebarluaskan kepada masyarakat, tidak hanya pemerintah yang mendorong pengembangan pendidikan di daerah tetapi juga masyarakat luas. "Pilihannya, kita yang memegang data hanya untuk diri sendiri atau kita memegang data dan membuat alat untuk melibatkan mereka semua," katanya.
Sumber : www.kemendikbud.go.id
Mendikbud Menggelar Rakornas Lembaga Pendataan Pendidikan
Menteri Pendidikan Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Pendataan 2016 di Jakarta, Selasa (2016/01/03). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan konsolidasi manajemen dan integrasi data pendidikan dan budaya yang lebih baik di tingkat pusat dan daerah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menjelaskan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan dan budaya harus didorong. Pemerintah tidak dapat menjalankan pendidikan dan kebudayaan semata-mata sebagai hanya program pemerintah. keterlibatan publik harus dibangun. Itu berarti kita membangun tidak hanya sumber daya tetapi juga ekosistem, kata Menteri Pendidikan saat menyampaikan pidato pembukaan dalam rapat koordinasi.
Menurut Anies, keberadaan data yang valid sangat penting, terutama jika dilihat dari besarnya Indonesia. Untuk itu, strategi keterlibatan publik bahwa ekosistem dapat dibentuk dan subjek dapat berinteraksi, dianggap tepat, dalam rangka mempersiapkan informasi yang akurat, selaras, transparan.
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Suhardi Didik mengatakan, rapat koordinasi diharapkan untuk meningkatkan fungsi kelembagaan dan peran dalam pemberdayaan pendidikan budaya subjek data. Dengan koordinasi ini kita bisa membuat persepsi dan komunikasi antara manajer utama dari data pendidikan baik tingkat pusat dan daerah, katanya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menjelaskan keterlibatan masyarakat dalam pendidikan dan budaya harus didorong. Pemerintah tidak dapat menjalankan pendidikan dan kebudayaan semata-mata sebagai hanya program pemerintah. keterlibatan publik harus dibangun. Itu berarti kita membangun tidak hanya sumber daya tetapi juga ekosistem, kata Menteri Pendidikan saat menyampaikan pidato pembukaan dalam rapat koordinasi.
Menurut Anies, keberadaan data yang valid sangat penting, terutama jika dilihat dari besarnya Indonesia. Untuk itu, strategi keterlibatan publik bahwa ekosistem dapat dibentuk dan subjek dapat berinteraksi, dianggap tepat, dalam rangka mempersiapkan informasi yang akurat, selaras, transparan.
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Suhardi Didik mengatakan, rapat koordinasi diharapkan untuk meningkatkan fungsi kelembagaan dan peran dalam pemberdayaan pendidikan budaya subjek data. Dengan koordinasi ini kita bisa membuat persepsi dan komunikasi antara manajer utama dari data pendidikan baik tingkat pusat dan daerah, katanya.
Sumber : http://www.kemdikbud.go.id
Wednesday, 2 March 2016
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendorong Sekolah Berikan Ruang Kreativitas Siswa
SMA Negeri 2 Woja --- Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mendorong sekolah untuk membuat ruang untuk pertumbuhan siswa kreatif. Menurut Anies, kreativitas adalah sesuatu yang tumbuh dan tidak dibuat oleh pemerintah atau sekolah. Oleh karena itu, yang dibutuhkan adalah tempat ekspresi yang cukup untuk tumbuh di rumah dan sekolah kami. kata Menteri Pendidikan dalam konferensi pers Lokakarya Nasional periodik Pelaporan UNESCO Convention 2005 di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (03 / 01/2016).
Ruang berekspresi yang cukup dan didukung bimbingan guru dan orang tua akan membuat tumbuhnya kebiasaan kreatif. Oleh karena itu, lanjut Mendikbud, baik guru maupun orang tua mempunyai peran penting dalam menumbuhkan kreativitas anak.
Menteri Pendidikan menunjukkan bahwa pada tahun 1767 Swedia sudah menyediakan ruang untuk kebebasan berekspresi dalam bentuk undang-undang tentang kebebasan berekspresi, dapat menumbuhkan budaya kreatif warganya. "Di Swedia pada tahun 1767 diberi ruang untuk kebebasan berekspresi, 200 tahun kemudian Kreativitas itu muncul," kata Anies. Tidak mengherankan, saat ini, industri kreatif di negara ini sangat maju.
Menurut Anies, Kemendikbud telah berusaha untuk membuka ruang ekspresi di sekolah-sekolah. Ujian Nasional tidak lagi menentukan kelulusan siswa, jadi ini membuka ruang bagi sekolah berekspresi. tambahnya. Selain kurikulum yang digunakan tidak hanya mengatur kegiatan intrakurikuler, tetapi juga ekstrakurikuler dan non kurikuler.
Bagaimana menilai siswa juga harus berubah, karena cara penilaian mendorong perubahan perilaku. Jika pelajaran menggambar penentu kelulusan maka akan muncul pembinaan menggambar. Jadi cara kita menilai mendorong perubahan, tambah mantan Rektor Universitas Paramadina.
Anies mengakui bahwa sampai saat ini pendidikan lebih menekankan pada produktivitas dan tidak kreativitas. "Bahkan, produktivitas memiliki batas, jika kita mendorong kreativitas, tak terbatas," kata Menteri Pendidikan.
Ruang berekspresi yang cukup dan didukung bimbingan guru dan orang tua akan membuat tumbuhnya kebiasaan kreatif. Oleh karena itu, lanjut Mendikbud, baik guru maupun orang tua mempunyai peran penting dalam menumbuhkan kreativitas anak.
Menteri Pendidikan menunjukkan bahwa pada tahun 1767 Swedia sudah menyediakan ruang untuk kebebasan berekspresi dalam bentuk undang-undang tentang kebebasan berekspresi, dapat menumbuhkan budaya kreatif warganya. "Di Swedia pada tahun 1767 diberi ruang untuk kebebasan berekspresi, 200 tahun kemudian Kreativitas itu muncul," kata Anies. Tidak mengherankan, saat ini, industri kreatif di negara ini sangat maju.
Menurut Anies, Kemendikbud telah berusaha untuk membuka ruang ekspresi di sekolah-sekolah. Ujian Nasional tidak lagi menentukan kelulusan siswa, jadi ini membuka ruang bagi sekolah berekspresi. tambahnya. Selain kurikulum yang digunakan tidak hanya mengatur kegiatan intrakurikuler, tetapi juga ekstrakurikuler dan non kurikuler.
Bagaimana menilai siswa juga harus berubah, karena cara penilaian mendorong perubahan perilaku. Jika pelajaran menggambar penentu kelulusan maka akan muncul pembinaan menggambar. Jadi cara kita menilai mendorong perubahan, tambah mantan Rektor Universitas Paramadina.
Anies mengakui bahwa sampai saat ini pendidikan lebih menekankan pada produktivitas dan tidak kreativitas. "Bahkan, produktivitas memiliki batas, jika kita mendorong kreativitas, tak terbatas," kata Menteri Pendidikan.
Buku Pelajaran Kurikulum 2013 di Revisi Sesuai Kompetensi
Berdasarkan masukan dari berbagai pihak, mulai dari para ahli dan para pegiat pendidikan, pemerintah mengambil keputusan untuk merevisi kurikulum 2013. Proses revisi Kurikulum 2013 (K-13) ini dilakukan sejak bulan Januari 2015 sampai akhir bulan Oktober 2015 lalu. Selama proses tersebut ada beberapa perbaikan pada kompetensi inti dan kompetesi dasar. "Jadi yang berubah adalah urutannya, misalnya untuk pelajaran di kelas 8 teori pitagoras ada di semester 1, di buku edisi revisi ini teori pitagoras ada di semester 2, penyajiannya disesuaikan dengan kompetensi dasarnya,” ujar Supriyanto selaku Kepala Bidang Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia Menambahkan perbaikan pada buku pelajaran kurikulum 2013 (K-13) sedang dilakukan, dan tahun ajaran baru bulan Juli nanti buku edisi revisi ini harapannya sudah bisa dipakai di kelas 1, 4 ,7 dan 10, pada pertengahan bulan Maret 2016 dan akan dijadikan sebagai bahan pelatihan. Sabtu (27/2/2016) di jakarta.
Ia menjelaskan, buku yang sudah beredar di masyarakat secara konten masih tetap dapat digunakan sehingga yang berubah dari buku K-13 itu hanya penyajiannya saja. Kemudian, pada edisi revisi ini informasi penulis, penelaah dan editor dicantumkan secara detil agar masyarakat dapat mengetahui dan berkomunikasi dengan pihak penerbitan buku, serta bisa menyampaikan langsung ke penulis melalui laman yang sedang disiapkan, sehingga ada keterlibatan masyarakat untuk mengontrol kualitas buku tersebut.
Proses penyusunan revisi buku Kurikulum 2013 dimulai dari penulis, lalu di telaah lagi. Hasil telaah diperbaiki kembali, diatur dan diperbaiki penyajiannya Tahap final dilanjutkan dengan pembuatan naskah siap cetak
Tuesday, 1 March 2016
Persiapan pelaksanaan tryout SMA Negeri 2 Woja
SMA Negeri 2 Woja -- Uji coba atau try out akan dilaksanakan tanggal 3 s/d 5 Maret 2016. Persiapan kini memasuki tahap akhir. Panitia pelaksana try out SMA Negeri 2 Woja kini disibukan dengan aktivitas pengepakan naskah soal. Seluruh naskah soal kini telah rangkum walaupun masih ada beberapa guru mata pelajaran yang di uji cobakan belum menyerahkan naskah soal.
Melaksanakan uji coba sangatlah penting ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat persiapan siswa dan sekolah dalam menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah nantinya. Kami telah melaksanakan persiapan berupa les tambahan, memberikan materi ujian, membahas soal-soal ujian tahun lalu dan juga membahas prediksi soal sesuai dengan SKL sejak Januari sampai Februari 2016.
Tidak hanya guru yang ingin segera mengetahui hasil dari pada persiapan tetsebut. Guru guru mata pelajaran yang di uji cobakan juga ingin segera melihat hasilnya. Kami berharap dengan segala persiapan yang telah kami laksanakan bisa Mendulang hasil yang baik sehingga kami bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada persiapan sebelumnya.
Kami juga berharap untuk tahun ini jumlah kelulusan bisa meningkat di SMA Negeri 2 Woja dan paling tidak sama dengan jumlah kelulusan tahun lalu.
Monday, 29 February 2016
Satu Jam Bersama Wali Murid
SMPN 1 Woja menerapkan sistem dan program baru di tahun 2016. Salah satunya kini dikenal dengan sebutan Satu Jam Bersama Wali Murid. Program yang dilaksanakan setiap hari Jumat itu berjalan sukses.
Kepala SMPN 1 Woja, Abdul Kharis, S.Pd, M.Pd. menjelaskan setiap hari Jumat pihak sekolah mengundang sejumlah wali murid dari berbagai latar belakang profesi. Mereka dijadikan inspirator melalui cerita dan pengetahuan serta keterampilan dari profesi masing-masing.
"Program ini kita maksudkan untuk memotivasi serta memberi pengetahuan kepada siswa tentang berbagai macam profes, kita berharap nantinya mereka akan lebih semangat untuk mencapai profesi yang diinginkan". Jelasnya.
Program itu kata dia telah berlangsung sejak Januari 2016 lalu. Diakui selama pelaksanaannya sudah banyak Pihak yang memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Banyak pihak yang mendukung program ini termasuk ketua komisi 1 DPR Provinsi, Drs. H. Ali Ahmad, SH MH. Bahkan beliau berencana akan menerapkan program serupa di sekolah di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Apresiasi juga disampaikan Suharni S,Pd. Salah satu wali murid yang diundang pihak sekolah setempat. Dia menilai program itu merupakan langkah yang sangat cerdas untuk keberlangsungan pendidikan siswa ke depan. Sebab sejak awal diberikan pengetahuan tentang berbagai profesi yang akan digeluti nantinya. "Program ini luar biasa dan sangat bermanfaat bagi siswa, sebab mereka diberikan gambaran tentang apa yang ingin mereka capai serta yang akan mereka jalani nantinya sehingga mereka termotivasi untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin". Ujar guru SDN 24 Woja itu.
Selain itu kata Suharni dengan adanya program itu membuat siswa tidak jenuh sebab pada umumnya setiap hari siswa hanya bergelut dengan materi dari berbagai mata pelajaran. "Saya melihat program ini sebagai sebuah refreshing otak bagi siswa meski demikian mereka tetap memperoleh berbagai pengetahuan dari cerita yang disampaikan. Kata Suharni
Apresiasi serupa disampaikan siswa setempat. Menurut mereka adanya program itu mampu menghilangkan kejenuhan setelah menerima pelajaran di hari-hari lainnya. "Kami sangat mendukung adanya program ini sebab selain memperoleh pengetahuan kami juga lebih termotivasi dengan berbagai cerita tentang profesi dan kesuksesan yang disampaikan. Kata salah satu siswa SMPN 1 Woja.
Kepala SMPN 1 Woja, Abdul Kharis, S.Pd, M.Pd. menjelaskan setiap hari Jumat pihak sekolah mengundang sejumlah wali murid dari berbagai latar belakang profesi. Mereka dijadikan inspirator melalui cerita dan pengetahuan serta keterampilan dari profesi masing-masing.
"Program ini kita maksudkan untuk memotivasi serta memberi pengetahuan kepada siswa tentang berbagai macam profes, kita berharap nantinya mereka akan lebih semangat untuk mencapai profesi yang diinginkan". Jelasnya.
Program itu kata dia telah berlangsung sejak Januari 2016 lalu. Diakui selama pelaksanaannya sudah banyak Pihak yang memberikan apresiasi terhadap program tersebut. Banyak pihak yang mendukung program ini termasuk ketua komisi 1 DPR Provinsi, Drs. H. Ali Ahmad, SH MH. Bahkan beliau berencana akan menerapkan program serupa di sekolah di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Apresiasi juga disampaikan Suharni S,Pd. Salah satu wali murid yang diundang pihak sekolah setempat. Dia menilai program itu merupakan langkah yang sangat cerdas untuk keberlangsungan pendidikan siswa ke depan. Sebab sejak awal diberikan pengetahuan tentang berbagai profesi yang akan digeluti nantinya. "Program ini luar biasa dan sangat bermanfaat bagi siswa, sebab mereka diberikan gambaran tentang apa yang ingin mereka capai serta yang akan mereka jalani nantinya sehingga mereka termotivasi untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin". Ujar guru SDN 24 Woja itu.
Selain itu kata Suharni dengan adanya program itu membuat siswa tidak jenuh sebab pada umumnya setiap hari siswa hanya bergelut dengan materi dari berbagai mata pelajaran. "Saya melihat program ini sebagai sebuah refreshing otak bagi siswa meski demikian mereka tetap memperoleh berbagai pengetahuan dari cerita yang disampaikan. Kata Suharni
Apresiasi serupa disampaikan siswa setempat. Menurut mereka adanya program itu mampu menghilangkan kejenuhan setelah menerima pelajaran di hari-hari lainnya. "Kami sangat mendukung adanya program ini sebab selain memperoleh pengetahuan kami juga lebih termotivasi dengan berbagai cerita tentang profesi dan kesuksesan yang disampaikan. Kata salah satu siswa SMPN 1 Woja.
Maksimalkan UNBK, SMKN 3 Kota Bima gencar try out
Kota Bima -- Sebagai upaya mensukseskan Ujian Nasional berbasis komputer siswa SMKN 3 Kota Bima gencar melaksanakan uji coba atau Try Out. Jum'at (26/02/2016) kelas 12 kembali melakukan Try Out untuk sejumlah mata pelajaran yang diujikan April mendatang.
Wakasek kurikulum Muhammad Badrun menjelaskan menghadapi UNBK sejumlah rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan. Dimulai dengan kegiatan simulasi tahap pertama secara online pada Desember 2015 lalu dilanjutkan dengan kegiatan pengayaan atau les tambahan yang dilaksanakan mulai Januari hingga Februari 2016 serta kegiatan simulasi tahap 2 yang dilaksanakan pertengahan Februari lalu.
" Kegiatan Try Out yang kami lakukan hari ini juga merupakan salah satu langkah persiapan kami menghadapi UNBK, jumlah peserta UNBK sebanyak 144 orang terdiri dari empat program keahlian yaitu Kria Kayu, Kria Tekstil, Busana Butik dan Multi Media. Try Out tersebut dilaksanakan selama 2 hari, dimana pelaksanaannya dikondisikan persis dengan pelaksanaan Ujian Nasional.
"Dalam waktu dekat ujian menanti siswa kelas 12, di antaranya Ujian Kompetensi Kejuruaan (UKK) Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Sekolah (US) dan UNBK". Tambah Badrun yang juga ketua panitia UNBK ini.
Menurut Badrun, Try Out tersebut merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan siswa pasca kegiatan pengayaan karena saat les tambahan siswa dilatih untuk mengerjakan soal-soal baik dalam bentuk pre-test maupun pos-test. "Hasilnya nanti akan kami bandingkan dengan nilai pre-test dan pos-test saat les, sehingga menjadi tolak ukur peningkatan serta evaluasi kegiatan les yang selama ini kami programkan" paparnya.
Dia berharap apa yang diprogramkan membawa hasil yang memuaskan. tidak hanya dari segi nilai kelulusan tetapi lulusan SMKN 3 Kota Bima harus menjadi generasi yang siap kerja berkompeten, profesional, serta memiliki moral yang baik.
Wakasek kurikulum Muhammad Badrun menjelaskan menghadapi UNBK sejumlah rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan. Dimulai dengan kegiatan simulasi tahap pertama secara online pada Desember 2015 lalu dilanjutkan dengan kegiatan pengayaan atau les tambahan yang dilaksanakan mulai Januari hingga Februari 2016 serta kegiatan simulasi tahap 2 yang dilaksanakan pertengahan Februari lalu." Kegiatan Try Out yang kami lakukan hari ini juga merupakan salah satu langkah persiapan kami menghadapi UNBK, jumlah peserta UNBK sebanyak 144 orang terdiri dari empat program keahlian yaitu Kria Kayu, Kria Tekstil, Busana Butik dan Multi Media. Try Out tersebut dilaksanakan selama 2 hari, dimana pelaksanaannya dikondisikan persis dengan pelaksanaan Ujian Nasional.
"Dalam waktu dekat ujian menanti siswa kelas 12, di antaranya Ujian Kompetensi Kejuruaan (UKK) Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Sekolah (US) dan UNBK". Tambah Badrun yang juga ketua panitia UNBK ini.
Menurut Badrun, Try Out tersebut merupakan salah satu cara untuk mengukur kemampuan siswa pasca kegiatan pengayaan karena saat les tambahan siswa dilatih untuk mengerjakan soal-soal baik dalam bentuk pre-test maupun pos-test. "Hasilnya nanti akan kami bandingkan dengan nilai pre-test dan pos-test saat les, sehingga menjadi tolak ukur peningkatan serta evaluasi kegiatan les yang selama ini kami programkan" paparnya.
Dia berharap apa yang diprogramkan membawa hasil yang memuaskan. tidak hanya dari segi nilai kelulusan tetapi lulusan SMKN 3 Kota Bima harus menjadi generasi yang siap kerja berkompeten, profesional, serta memiliki moral yang baik.
Sunday, 28 February 2016
Layanan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan, menyampaikan lima layanan baru di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2016.Layanan baru disampaikan melalui pertunjukan teater pendek memainkan karyawan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.
Layanan Sekolah Kita disampaikan oleh Bu Seki, dia menerangkan layanan sekolah kita berisi informasi sekolah berupa identitas sekolah, mulai dari profil sekolah, foto sekolah, lokasi sekolah, kualitas sekolah, status akreditasi sekolah, dan indeks integritas sekolah, semuanya dapat diakses di http://sekolah.data.kemdikbud.go.id.
Neraca Pendidikan Daerah, Jeng Nepi menjelaskan Neraca Pendidikan Daerah adalah gambaran kondisi pendidikan di daerah, dengan meninjau jumlah anggaran di daerah dengan kondisi daerah tersebut. Neraca Pendidikan Daerah bisa dilihat dengan mengunjungi: http://npd.kemdikbud.go.id.
Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, Jendela-Man menyampaikan Jendela Pendidikan dan Kebudayaan sebagai layanan untuk melihat pendidikan dan kebudayaan dari berbagai aspek dan perspektif, yang menggambarkan pendidikan, program-program pembangunan, dan sosial budaya dan bahasa.
Menteri Pendidikan menambahkan jendela Pendidikan dan Kebudayaan adalah aplikasi yang dapat diunduh melalui smartphone. Dalam aplikasi ini terdapat fasilitas untuk mengakses informasi tentang pendidikan dan kebudayaan. "Mudah-mudahan nanti Pendidikan Jendela benar-benar berkembang menjadi pusat informasi bagi orang tua dan masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap tentang pendidikan dan kebudayaan. Dan sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada pendidikan dan lewat budaya platform ini.
Saturday, 27 February 2016
Bangunan Sekolah Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
SMA NEGERI 2 WOJA --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menghimbau kepada pemerintah daerah untuk selalu memperhatikan kondisi gedung sekolah dengan baik, Hal ini terkait dengan kejadian runtuhnya atap bangunan Sekolah Dasar Kalibaru 6, Kota Depok, Jawa Barat, yang telah menciderai siswa.
Asianto Sinambela Kepala Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLN) menjelaskan "Sejak tahun 2001, bangunan sekolah telah dialihkan menjadi aset dan kewenangan pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus merawat gedung sekolah dengan baik. Jika ada masalah seperti kerusakan, pemerintah daerah harus waspada untuk menangani dan menyelesaikan. Jangan biarkan anak-anak tidak bisa belajar, atau bahkan menjadi korban", Jumat (26/02/2016)
Sejak otonomi daerah 15 tahun yang lalu, gedung sekolah dialihkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Pemerintah Daerah. Bangunan sekolah adalah aset dan menjadi kewenangan Pemerintah. Akibatnya, anggaran pendidikan dari APBN juga ditransfer langsung ke daerah tersebut. Konsekuensi lainnya bangunan sekolah menjadi tugas pemerintah daerah untuk merawatnya. Demikian pula, jika ada masalah, baik dengan siswa atau masalah infrastruktur pendidikan.
Asianto Sinambela Kepala Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLN) menjelaskan "Sejak tahun 2001, bangunan sekolah telah dialihkan menjadi aset dan kewenangan pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus merawat gedung sekolah dengan baik. Jika ada masalah seperti kerusakan, pemerintah daerah harus waspada untuk menangani dan menyelesaikan. Jangan biarkan anak-anak tidak bisa belajar, atau bahkan menjadi korban", Jumat (26/02/2016)
Sejak otonomi daerah 15 tahun yang lalu, gedung sekolah dialihkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Pemerintah Daerah. Bangunan sekolah adalah aset dan menjadi kewenangan Pemerintah. Akibatnya, anggaran pendidikan dari APBN juga ditransfer langsung ke daerah tersebut. Konsekuensi lainnya bangunan sekolah menjadi tugas pemerintah daerah untuk merawatnya. Demikian pula, jika ada masalah, baik dengan siswa atau masalah infrastruktur pendidikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)










